Polisi Tangkap Tiga Residivis Spesialis Curi Sepeda di Masjid

Selasa, 27 Agustus 2019 : 14:33
SUKOHARJO - Tiga residivis pelaku kasus pencurian dengan pemberatan, langganan masuk penjara, kembali terancam bakal menghuni hotel prodeo untuk beberapa waktu lamanya.

Ketiga pelaku kejahatan kambuhan ini, IM alias Kamsul (23) warga Jenengan Sawit Boyolali, AE alias Ketus ( 20) warga Puluhan Jatinom Klaten, KWA alias Gendut (24) warga Penajam Penajam Pasir Utara, kos di Longgerit Butuh Teras Boyolali.

Mereka telah berkomplot sejak awal Agustus hingga akhirnya tertangkap, mencuri sejumlah sepeda gunung dan belasan pompa air di berbagai tempat wilayah hukum Polres Sukoharjo.

Menggunakan sarana mobil rental, para pelaku mencari target dengan menyambangi beberapa masjid. Sasarannya sepeda gunung yang tengah diparkir oleh pemiliknya saat sholat di masjid.

Menurut Kapolres, selain masjid tiga serangkai ini juga mencuri mesin pompa air di sejumlah lahan pertanian.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi saat rilis ungkap kasus ini di Mapolsek Sukoharjo Kota, Selasa (27/8/2019) menyampaikan, barang bukti hasil kejahatan yang diamankan dari tangan para tersangka, 9 unit sepeda gunung dengan berbagai merk diantaranya, Polygon, Thrill, Wim Cycle, Phoenyx dan Odessy, 2 unit pompa air, 1 buah tang pemotong rantai, dan 1 buah pisau cutter.

"Barang bukti tersebut didapat dari hasil kejahatan pencurian di wilayah hukum Polsek Sukoharjo Kota," kata Kapolres kepada kricomnews.com dan awak media lain.

Selain itu, Kapolres mengatakan, juga berhasil mengamankan barang bukti hasil kejahatan lainnya dari wilayah hukum Polsek Bulu yakni, 2 unit sepeda gunung merk Phoenix dan Odessy.

"Kami juga mengamankan 1 unit mobil rental yang digunakan oleh para tersangka sebagai sarana melakukan tindak pidana pencurian di beberapa tempat, utamanya diwilayah Polres Sukoharjo," sebutnya.

Berdasarkan fakta adanya laporan, keterangan saksi dan dikuatkan barang bukti, maka para pelaku dijerat Pasal 363 Ayat (1) ke 4e KUHP. Mengingat pelakunya residivis maka ancamannya hukuman maksimal dengan kurungan penjara selama - lamanya 7 Tahun.

"Ini sekaligus peringatan kepada masyarakat, agar terhindar dari aksi tindak kejahatan pencurian supaya waspada dan hati - hati. Kiranya perlu adanya kunci pengaman tambahan.

Sedangkan untuk tempat ibadah seperti masjid, mungkin bisa dipasangi CCTV, agar ketika ada kejadian bisa memudahkan polisi dalam mengungkap dan menangkap pelakunya," pungkasnya.

Reporter: Sapto Nugroho
Editor: Awang
Share this Article
Previous Article
Next Article
Copyright © 2019 Kricomnews - All Rights Reserved
Design by Ginastel.com