Operasi Antik Candi 2019, Polresta Solo Tangkap 18 Tersangka

Senin, 26 Agustus 2019 : 21:14
SOLO - Sebanyak 18 tersangka dari 17 kasus penyalahgunaan narkotika golongan 1 atau sabu - sabu berhasil ditangkap jajaran Satres Narkoba Polresta Solo, dari berbagai tempat.

Salah satu tersangka seorang perempuan berinisial Pcl alias Opik (29) warga Cemani, Grogol, Sukoharjo. Informasi yang diperoleh kricomnews.com (hariankotagrup) ia tertangkap mengedarkan sabu di wilayah Kecamatan Serengan, Solo.

Kasatnarkoba Polresta Solo Kompol Sugiyo saat mendampingi Kapolresta Solo AKBP Andy Rifai dalam rilis, Senin (26/8/2019) mengatakan, pihaknya menangkap Pcl saat sedang menggunakan narkoba di wilayah Serengan, Solo.

"Penangkapan tersangka Pcl ini berawal dari informasi masyarakat yang ditelusuri lebih lanjut. Tersangka ini baru saja cerai dua bulan lalu," kata Sugiyo.

Diduga tersangka nekat mengedarkan sabu lantaran stres setelah bercerai dengan suaminya. Pekerjaan tersangka selama ini tidak menentu alias tak memiliki pekerjaan tetap.

"Kami tangkap pada Agustus ini dan diamankan ke Mapolresta Solo," imbuh Sugiyo.

Kapolresta Solo AKBP Andy Rifai kepada awak media mengatakan, ada 18 tersangka kasus narkoba jenis sabu selama Operasi Antik (Anti Narkoba) Candi dari 1 - 20 Agustus 2019 ini.

Rinciannya, sebanyak 7 tersangka adalah hasil Target Operasi (TO) dan 11 tersangka non TO ditangkap saat operasi. Dari total 18 tersangka yang diamankan, didapati 4 diantaranya berstatus residivis.

"Dari tangan para tersangka yang diamankan ini, diperoleh barang bukti sabu sekira 19,65 gram," jelas Kapolresta.

Disampaikan, rata-rata para tersangka yang diamankan adalah pengedar dan pemakai sabu. Jaringan dari para tersangka ini juga bermacam-macam. Ada dari Solo, dan wilayah lainnya di luar Solo.

"Modus yang dilakukan kebanyakan dengan turun alamat. Antara pengedar dan pembeli narkoba biasanya melakukan perjanjian melakukan transaksi di suatu tempat. Transfer jual belinya lewat rekening," ujarnya.

Dari hasil pengungkapan kasus ini, kepada tersangka pengedar dikenakan sangkaan Pasal 114 Ayat (1) dengan ancaman pidana penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat 5 Tahun.

Sementara, jerat pasal yang dikenakan kepada penyimpan, Pasal 112 Ayat (1) dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 Tahun, maksimal 12 Tahun.

Terakhir, bagi para pengguna, polisi menjerat dengan Pasal 127 (1) huruf a, tindak pidana tan[pa hak, atau melawan hukum, dan penyalahgunaan narkotika goongan 1 bagi diri sendiri. Ancamannya kurungan penjara paling lama 4 Tahun.

Reporter: Sapto Nugroho
Editor: Awang
Share this Article
Previous Article
Next Article
Copyright © 2019 Kricomnews - All Rights Reserved
Design by Ginastel.com