Kades Terjerat Kasus Hukum, Bupati Tegaskan Kasus Ini Jadi Peringatan Keras

Selasa, 27 Agustus 2019 : 17:04
KARANGANYAR - Kasus kepala desa Girimulyo yang terjerat kasus hukum dugaan penyelewengan dan penyalahgunaan dana desa serta dugaan pungutan liar pendaftaran tanah sistematika lengkap (PTSL), merupakan peringatan keras bagi kepala desa lain, agar berhati-hati dalam menggunakan anggaran dana desa yang disalurkan oleh pemerintah.

Hal tersebut ditegaskan bupati Karanganyar, Juliyatmono, usai pemusnahan barang bukti hasil kejahatan yang telah memilii kekuatan hukum tetap di Kejaksaan negeri (Kejari), Selasa (27/08/2019).

Menurut bupati, Pemkab Karanganyar berulang kali mengingatkan para kepala desa, agar berhati-hati dalam menggunakan anggaran.

“Kasus ini jadi peringatanmbagi siapapun, kepala desa harus cermat dan hati-hati dalam menggunakan dana desa, karena dana yang digulirkan ke desa cukup besar, yang sepenuhnya untuk pembangunan desa.

Kalau dilaksanakan dengan dengan baik, maka manfaatnya besar bagi masyarakat,” kata bupati, Selasa (27/08/2019).

Transparansi anggaran, jelas bupati, harus dilakukan oleh pemerih desa. Bahakan, lanjut bupati, sejak tahun 2014 lalu, kepala desa harus mencantumkan anggaran melalui baliho di balai desa masing-masing.

“Sejak 2014 saya memerintahkan untuk mencantumkan anggaran di balai desa masing-masing. Masyarakat berhak tahu soal dana desa. Ketka terjadi persoalan hukum yang melibatkan kepala desa, upaya kami sudah maksimal,” tandas bupati.

Ditambahkan bupati, untuk mengisi kekosongan jabatan kepala desa Girimulyo yang saat ini menjadi tersangka dan ditahan oleh Kejari Karanaganyar, secara administrasi segera menerbitkan surat keputusan penjabat kepala desa

“Kita segera menerbitkan surat keputusan penjabat kepala desa, agar pemerintahan dengan baik,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Girimulyo, Suparno, secara resmi ditahan tim penyidik Kejari Karanganyar. Suparno diduga melakukan penyelewengan dana desa dan dugaan pungutan liar PTSL dengan total kerugian negara sebesar Rp1,1 miliar.

Reporter: Iwan Iswanda
Editor: Awang
Share this Article
Previous Article
Next Article
Copyright © 2019 Kricomnews - All Rights Reserved
Design by Ginastel.com