Diduga Selewengkan Dana Desa, Kades Girimulyo Akhirnya Ditahan

Senin, 26 Agustus 2019 : 18:23
KARANGANYAR - Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar, akhirnya menahan Kepala Desa Girimulyo, Suparno, Senin (26/08/2019).

Penahanan tersangka ini dilakukan selama 20 hari ke depan. Untuk sementara, tersangka dititipkan di lembaga pemasyarakatan (LP) Klas I Surakarta, sebagai tahanan titipan Kejari Karanganyar.

Tersangka ditahan usai dilakukan pemeriksaan yang kedua kalinya di ruang Kasi Pidsus. Saat pemeriksaan, tersangka didampingi kuasa hukumnya, Ari Santoso.

Kepala Kejaksaan negeri (Kajari) Karanganyar, Suhartoyo yang didampingi Kasi Pidsus, Bagus Kurniawan, kepada kricomnews.com (hariankota grup) serta awak media lain, penahanan dilakukan terhadap Suparno dalam kapasitasnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan dana desa dan pungutan liar pendaftaran tanah sistematika lengkap (PTSL).

Menurut Kajari, penahanan terhadap tersangka ini dilakukan berdasarkan alasan subyektif jika tersangka akan mengulangi perbuatannya dan menghilangkan barang bukti.

“Penahanan dilakukan setelah pemeriksaan untuk kali kedua selesai, dengan pertimbangan karena dikhawatirkan tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya,” kata Kajari, Senin (26/08/2019).

Dijelaskan Kejari, total kerugian negara sebesar Rp1,1 miliar lebih, dengan perincian, PTSL kerugian mencapai Rp623 juta, sedangkan untuk kerugian negara dugaan penyelewengan dana desa sebesar Rp389 juta.

“Modus yang dilakukan tersangka, dengan menggunakan cara dengan tidak melaksanakan kegiatan yang dananya sudah dicairkan, juga ada yang merupakan kegiatan fiktif dan juga diduga ada yang dimark up.

Temasuk dana aspirasi dari anggota DPRD Karanaganyar. Dari hasil klarifikasi yang kita lakukan, membenarkan jika para anggota DPRD tersebut memberikan dana bantu. Namun ternyata, tidak dilakukan sepenuhnya oleh tersangka,” jelas Kajari.

Sementara itu, tersangka, melalui kuasa hukumnya, Ari Santoso, kepada hariankota.com menyesalkan langkah penyidik yang langsung melakukan penahanan tehadap kliennya tersebut.

“Kami selaku kuasa hukum, menyesalkan langkah penyidik yang langsung menahan tersangka dengan alasan subjektif. Atas penahanan ini, nanti akan kita ajukan penangguhan penahanan,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan hariankota.com sebelumnya, Suparno yang merupakan kepala desa Girimulyo, dilaporkan warganya terkait dugaan penyelewengan dana desa dan dugaan pungutan liar PTSL.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan, akhirnya Suparno ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan oleh tim penyidik Kejari Karanganyar.

Reporter: Iwan Iswanda
Editor: Awang
Share this Article
Previous Article
Next Article
Copyright © 2019 Kricomnews - All Rights Reserved
Design by Ginastel.com