Usung 100 Orang Prajurit dan Penari, LDA Pimpin Rombongan Kraton Solo ke Festival Kraton Nusantara

Rabu, 03 Juli 2019 : 06:43
KRICOMNEWS - Berbekal dana patungan dari sentana dalem (kerabat Kraton), Kraton Surakarta yang dimotori oleh Lembaga Dewan Adat (LDA) Kraton Kasunanan Surakarta mempersiapkan diri mengikuti Festival Keraton Nusantara (FKN) Ke-13 yang akan digelar di Kedatuan Luwu, Palopo, Sulawesi Selatan pada 9-13 September 2019 mendatang.

Baca juga: Hajat Dalem Malam Selikuran Versi Lembaga Dewan Adat Kraton Surakarta Hadiningrat

Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) GKR Wandansari atau akrab disapa Gusti Moeng sampaikan biaya yang tidak sedikit untuk memboyong rombongan budaya ini untuk memeriahkan Festival Keraton Nusantara.

Pasalnya pihak LDA membawa sekitar 100 orang dalam event tersebut baik para prajurit juga penari untuk ikut serta memprosikan wisata dan budaya dari Kraton Kasunanan Surakarta dan juga kota Solo.

Mereka nantinya akan mengikuti acara kirab budaya dan membuka stand yang mempromosikan budaya dan wisata dari Solo.

"Untuk sumber dananya saat ini dari Kraton Surakarta melalui LDA kami patungan para sentana untuk membiayai kegiatan promosi kota Solo dari sektor budaya," jelasnya kepada kricomnews.com, Selasa (2/7/2019).

Baca juga: Kerabat Kraton Solo Bayarkan Gaji Abdi Dalem 'Patungan' Gunakan Uang Pribadi

Ditambahkan Gusti Mung yang juga menjabat sebagai Sekjen Forum Komunikasi Informasi Keraton Nusantara (FKIKN) sebut Kedatuan Luwu sudah ditetapkan sebagai tuan rumah FKN ke-13 tahun 2019 melalui Musyawarah Agung di Kesultanan Kutaringin (Kotawaringin) Kalteng tahun 2016 lalu.

"Sedangkan FKN ke -13 di Tana Luwu ini mengambil tema, 'Pelestarian Nilai Budaya melalui Sinergitas Pemerintah dan Keraton Guna Meningkatkan Kualitas Industri Pariwisata dan Kearifan lokal'," imbuhnya.

Baca juga: Peninggalan PB X, Berupa Ukiran Marmer Berbahasa Belanda Ditemukan

Saat ini lanjut Gusti Moeng ada 49 kerajaan, kasultanan yang masuk dalam Forum Komunikasi Informasi Keraton Nusantara (FKIKN). Yang bertujuan sebagai salah satu wadah untuk silaturrahmi para Raja, Sultan, Datu se-Nusantara dengan pemerintah.

Menurutnya yang bisa menjadi anggota Forum Komunikasi Informasi Keraton Nusantara (FKIKN) adalah bentuk fisik Keraton maupun Kasultanannya masih ada. Kemuadian masyarakat adatnya juga ada. Termasuk budayanya atau living heritage juga masih ada.

"FKN sendiri digelar pertama kali di kota Solo," imbuhnya. Dengan adanya FKN ini juga sebagai upaya untuk pelestarian nilai-nilai budaya bangsa yang nyata.

Bahwa sejak dahulu Kraton sebagai sebagai pusat segala aktivitas sosial kemasyarakatan dengan segala perbedaan yang ada dalam masyarakatnya. Yang memiliki tradisi dan peninggalan sejarah yang bernilai tinggi dan harus tetap dijaga sebagai salah satu living haritage.

"Oleh karena kegiatan Festival Keraton dianggap dapat memberikan hal-hal positif terhadap pelestarian nilai-nilai budaya serta memberikan wawasan terhadap kebangsaan," pungkasnya. (Bra/Tyo)
Share this Article
Previous Article
Next Article
Copyright © 2019 Kricomnews - All Rights Reserved
Design by Ginastel.com