Umat Muslim Kota Solo Gelar Aksi Damai Di Persidangan Awal MK, Ini Isi Tuntutannya

Jumat, 14 Juni 2019 : 19:45
KRICOMNEWS - Aksi damai mengawal persidangan sengketa hasil Pilpres yang mulai digelar di Mahkamah Konstitusi dilakukan ratusan umat muslim kota Solo yang tergabung didalam Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS).

Pantauan kricomnews.com, aksi yang dimulai sekira pukul 16.46 WIB itu dilakukan didepan Mapolres Solo, jalan Adi Sucipto, Manahan, Banjarsari, Solo.


Adannya aksi unjuk rasa damai itu membuat pihak Satlantas Polresta Solo, ekstra keras mengatur lalu lintas yang melintas didepan aksi damai tersebut.


Satu unit panser Anoa milik TNI AD di siagakan di sekitar lokasi aksi. Satu persatu orator aksi berotasi diatas mobil panggung aksi.


Humas DSKS Ustad Endro Sudarsono mengatakan aksi ini melerai gelar untuk mengingatkan Mahkamah Konstitusi bersikap netral dalam menangani persidangan sengketa hasil pilpres.


"MK harus independen dalam menangani persengketaan atau perselisihan hasil pemilu yang saat ini tengah ini diuji,"papar Ustad Endro disela aksi damai, Jumat (14/6/2019).


Menurut Ustad Endro pelaksanaan pemilu yang baru saja digelar, merupakan upaya untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang bermartabat dengan menghasilkan pemimpin yang amanah dan mampu menciptakan keadilan sosial bagi seluruh Indonesia.


"Untuk itu kami dari DSKS meminta Mahkamah Konstitusi untuk menjadi lembaga negara yang melakukan kekuasaan kehakiman yang merdeka untuk menyelenggarakan pengadilan guna menegakan hukum dan keadilan,"terangnya.


Selain itu, DSKS pun, ungkap Ustad Endro, meminta MK untuk profesional independen dan tidak boleh melakukan hal-hal yang tercela yang berakibat ketidak puasan masyarakat.


"Bisa memberikan rasa keadilan, kepastian hukum dan tidak memihak. Dimana memutuskan perselisihan atau sengketa pemilu berdasarkan bukti dan saksi yang terpercaya,"jelasnya.


Dan poin terakhir, MK bisa menjadi lembaga yang independen.Dimana dalam peradilan di Indonesia, bisa menciptakan keadilan di masyarakat maupun penengahan hukum di negara Indonesia.


"Melakukan proses peradilan yang transparan dan profesional,"terangnya.


Saat ditanya apa harapan umat muslim di Kota Solo dipersidangan ini. Dengan tegas Ustad Endro mengatakan di persidangan pertama ini, Mahkamah Konstitusi masih menjalankan fungsinya sebagai penegak hukum.


Dimana, dalam persidangan ini, MK masih mengakomodir kedua belah pihak yang tengah bersengketa. DSKS, ungkap Ustad Endro, berharap, netralitas MK ini tetap terjaga hingga akhir persidangan.


"Kita lihat masing-masing pihak terakomodir (Persidangan pertama). Sehingga kita berharap ini terus terjadi hingga akhir putusan di MK pada 28 Juni nanti. Siapapun yang memang tidak masalah yang penting netralitas MK terjaga,"terangnya.


Setelah puas berorasi didepan Mapolres Solo, massa pun akhirnya membubarkan diri. (Bra/Aan)


Share this Article
Previous Article
Next Article
Copyright © 2019 Kricomnews - All Rights Reserved
Design by Ginastel.com