Tandai Kebangkitan Budaya, 600 Orang Trah Dinasti Mataram Gelar Silahturahmi Besar

Selasa, 18 Juni 2019 : 08:25
KRICOMNEWS - Trah Dinasti Mataram Kraton Kasunanan Hadiningrat atau Kraton Solo menggelar silahturahmi besar yang dihadiri seluruh kekerabatan dinasti trah Mataram. mulai dari keturunan trah Amangkurat Agung hingga trah Pakubuwono XIII.

Adannya konflik internal berkepanjangan yang hingga kini belum selesai di tubuh Kraton Solo, membuat silahturahmi trah Dinasti Mataram ini tak bisa digelar didalam Kraton. Namun digelar di Ndalem Kayonan, Baluwarti, Solo.

Selain sebagai ajang mempererat kembali kekerabatan dinasti trah Mataram, silahturahmi ini juga menandai bangkitnya kembali semangat pelestarian kebudayaan yang mulai memudar dan menimbulkan keprihatinan tidak hanya dirasakan keluarga dinasti Mataram dan masyarakat luas.

Salah satu putri PB XII, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari mengatakan bangkitnya kembali upaya mengembalikan semangat pelestarian kebudayaan Kraton salah satunya memperingati 88 tahun berdirinya organisasi Putri Narpowandowo.

"Organisasi Putri Narpowandowo ini merupakan salah satu organisasi wanita tertua di Indonesia," jelas putri Raja yang biasa disapa Gusti Moeng.

Menurut Gusti Mung, Organisasi wanita ini didirikan pada masa pemerintahan Sri Susuhunan Paku Buwono ke X, pada tanggal 5 Juni 1931 dan beranggotakan para putri dan kerabat (wanita) Keraton Kasunanan Surakarta.

Yayasan Putri Narpowandowo, lanjut Gusti Moeng pada masanya juga mengikuti kongres perempuan pertama di Indonesia. Sempat vakum, organisasi yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan dan budaya ini kembali dihidupkan sekitar tahun 1995.

"Karena ada yayasannya yakni Pawiyatan Pamardi Siwi, dibawah organisasi Putri Narpowandowo,, maka organisasi ini sudah aktif di dunia pendidikan," lanjutnya.

Perwakilan yayasan Putri Narpowandowo ini juga tersebar di berbagai daerah di luar kota Solo. Salah satunya ada di Jakarta.

"Karena Pakasa (paguyuban kawula Surakarta) mulai ngerembaka (berkembang) maka perempuannya mulai diajari organisasi yang dasarnya hanya untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan yang sumbernya dari kraton Surakarta," ujarnya.

Sementara, Ketua Eksekutif Lembaga Hukum Dewan Adat Keraton Surakarta, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Eddy Wirabhumi menambahkan, dalam silahturahmi ini diikuti 600 orang trah keturunan Dinasti Mataram.

Menurut pria yang akrab di sapa Kanjeng Wir ini, pentingnya trah Mataram menjaga keutuhan dan kebersamaan.

"Karena kalau bicara cagar budaya (keraton) itu kan living heritage sebenarnya. Tidak seperti (Candi) Borobudur. Jadi living heritage itu yang terpenting manusianya bukan bangunannya. Bangunannya sekarang sedang ada masalah, ya biarkan dulu. Tapi pelaku - pelakunya (trah dinasti Mataram) ini jangan sampai tercerai berai," tandasnya (Bra/Aan)
Share this Article
Previous Article
Next Article
Copyright © 2019 Kricomnews - All Rights Reserved
Design by Ginastel.com