Pemkot Tangsel Dinilai Acuh Tangani Pungli dalam Persoalan Rumini

Minggu, 30 Juni 2019 : 15:53
KRICOMNEWS - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai tak serius dalam pemberantasan korupsi di Kotanya.

Ini terlihat dari diamnya Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany tak segera mengambil sikap terhadap kasus yang menimpa Rumini, guru honorer SDN 02 Pondok Pucung, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel) yang dipecat setelah membongkar dugaan korupsi dilingkungan kerjanya.

Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) dalam persoalan itu berpendapat, Kepala Dindikbud Tangsel, Taryono dinilai arogan dalam mengambil sikap. Dalam persoalan itu, seolah Dindikbud Tangsel menutupi praktek pungli SDN Pondok Pucung 02, dengan menyalahkan Rumini memakai dalih-dalih disiplin guru honorer.

"Dalam hal ini, Ibu Rumini disudutkan dengan kedisiplinan guru honorer, serta mengunakan Permendikbud 75 Tahun 2016 untuk meligitimasi pungli. Secara terang benderang bahwa perbedaan pungli dan sumbangan, jika ditentukan jangka waktu dan nonimal bahwasanya hal tersebut adalah pungutan," kata Koordinatoe Divisi Advokasi & Investigasi TRUTH, Jupri Nugroho, pada wartawan belum lama ini

Dalam potret kisah Rumini, Truth mendesak kepada Pemkot Tangsel untuk mencabut surat pemecatan Rumini dari status guru honorernya.

Walikota Airin Rachmi Diany pun didesak untuk mencopot Kadikbud Tangsel Taryono, karena secara tidak langsung telah meligitmasi pungli dan gagal menghilangkan pungli.

Selain itu, desakan mengarah juga kepada DPRD Tangsel untuk memanggil Airin Rachmi Diany dan Kadikbud Tangsel Taryono, guna dimintai pertanggungjawaban terkait pungli pendidikan.

Dan Tim Saber Pungli Tangsel didesak untuk memeriksa dugaan Pungli di SDN Pondok Pucung 02 Kadikbud Tangsel Taryono terkait pungli pendidikan. (Tyo)
Share this Article
Previous Article
Next Article
Copyright © 2019 Kricomnews - All Rights Reserved
Design by Ginastel.com