Pasca Penahanan Mantan Bupati, 12 Tokoh Sragen Ajukan Penangguhan

Selasa, 18 Juni 2019 : 22:23
KRICOMNEWS - Sebanyak dua belas tokoh masyarakat di Kabupaten Sragen mengajukan permohonan penangguhan tahanan mantan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman pada pihak Kejaksaan Negeri Sragen.

Sebagai jaminan, kedua belas tokoh masyarakat Sragen, termasuk salah satunya Wahyunung Harjanti Istri dari Agus Fatchur Rahman bersedia menjadi jaminan.

Sedangkan tokoh lainnya yang bersedia menjadi jaminan penangguhan tahanan

Agus Fatchur Rahman yang ditahan karena diduga menerima aliran Kasda saat menjabat sebagai Bupati yaitu, Ketua PDM Abdullah Affandi, Sekjen PDM Dodok Sartono.

Kemudian, Pujono Elli Bayu Effendi, Bambang Widjo Purwanto, Heru Agus Santoso, Thohar Ahmadi, Sri Pambudi, Tri Handoko, Muh Harris Effendi, Junaidi Albab, Amriza Khoirul Fachri juga menyatakan kesiapannya menjadi jaminan penangguhan tahanan.

Keterangan dari salah satu kuasa hukum Agus, Amriza Khoirul Fachri dari Kantor Hukum Jas dan Partners mengatakan surat kesediaan yang telah ditandatangani diatas materai itu sudah diserahkan pada pihaknya.

Dan sebagai kuasa hukum dari Agus Fatchur Rahman, surat kesediaan ke 12 tokoh sebagai jaminan itu telah diserahkan pada pihak Kejaksaan Negeri Sragen, dengan didampingi istri Agus Fatchur Rahman, Wahyuning Harjanti.

"Surat (penangguhan) sudah kami serahkan dan diterima langsung Kajari Sragen Syarief Sulaiman bersama Kasie Pidsus, Agung Riyadi," jelasnya, pada wartawan, Selasa (18/6/2019).

Menurut Khoirul alasan ke dua belas tokoh masyarakat ini rela menjadi jaminan penangguhan tahanan dikarenakan mereka meyakini bahwa Agus Fatchur Rahman hanya korban konspirasi serta tak melakukan apa yang dituduhkan.

"Dan sewaktu-waktu dibutuhkan untuk pemeriksaan, klien kami siap untuk dihadirkan. Jadi kami berharap kejaksaan bisa mempertimbangkan itu," tandasnya.

Selain meyakini bila Agus Fatchur Rahman korban dari konspirasi, pengajuan tahanan ini pun mengacu pada pasal 60 KUHAP tentang Permohonan Penangguhan Penahanan.

Apalagi Agus Fatchur Rahman selalu kooperatif dan selalu memenuhi setiap pemanggilan dari kejaksaan.

"Atas dasar itulah kami selaku kuasa hukum bersama 12 tokoh rela menjaminkan diri agar Kejaksaan mengabulkan penahanan,"ujarnya.

"Munculnya kekhawatiran menghilangkan barang bukti, itu yang membuat kami bingung. Lha wong nggak ada barang bukti soal aliran dana kok, mau menghilangkan apa coba," pungkasnya. (Bra/Tyo)

Share this Article
Previous Article
Next Article
Copyright © 2019 Kricomnews - All Rights Reserved
Design by Ginastel.com