Oknum Kepala Sekolah Diduga Cabuli Dua Siswi SD di Belakang Kelas, Wali Murid Lapor Polisi

Minggu, 23 Juni 2019 : 20:32
KRICOMNEWS - Kepala Sekolah Sekolah Dasar (SD) di Sumber Agung, Klego, Boyolali, berinisial SYN (55), diduga mencabuli dua orang siswinya di belakang ruang kelas dua.

Aksi tak terpuji SYN itu akhirnya terungkap. Orangtua para siswi itu kemudian melapor ke polisi dan SYN pun ditangkap. Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, dua siswi yang dicabuli oleh SYN, berinisial SSI (10) dan Sfa (9).

"Kepala sekolah ini memanggil SSI (10) usai jam istirahat sekolah, dari belakang gedung ruang kelas 2. Tanpa curiga, SSI menghampiri. setelah mendekat, SYN langsung mencium kedua pipi korban serta memeluk dari depan dengan posisi berdiri saling berhadapan," terang Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro kepada para wartawan, Minggu (23/6/2019).

Kejadian pencabulan itu, berlangsung pada sekira bulan Maret - April. Pada kesempatan ini, SYN memberikan uang senilai Rp 2.000 (dua ribu rupiah) dan mengancam SSI untuk tak cerita pada siapapun, apalagi kepada orang tua korban.

Usai memberi uang, tersangka lantas memaksa korban untuk meraba alat kelaminnya dari luar celana. Semula korban menolak, namun tangan kanan korban ditarik untuk ditempelkan dari luar celana tersangka.

Karena ketakutan, korban berontak melepaskan cekeraman tangan pria berkacamata ini dan lari masuk kelas. Rupanya SYN tak jera juga. SYN pun membidik siswinya yang lain. Kali ini korban kedua menimpa Sfa (9).

Seperti pada SSI, sekira satu bulan yang lalu, sekira bulan Maret, SYN memanggil SFA usai senam pagi, untuk datang ke belakang sekolah.

Awalnya SFA datang kebelakang sekolah dengan ditemani oleh temannya. Namun SYN melarang teman SFA ini ikut kebelakang. Akhirnya SFA datang sendirian kebelakang kelas sambil membawa sapu.

Seperti yang dilakukan pada SSI, SYN pun mencium pipi kanan dan kiri. Seperti pada korban pertama, SYN pun memberikan uang sebesar Rp 5000 pada SFA.

Masih dengan nada mengancam, agar SFA tak cerita pada siapapun, SYN menarik tangan mungil SFA dan menempelkan pada alat kelamin tersangka dari luar celana.

"Korban menolak, dan mendorong tersangka dan pergi berlari. Pada orang tuannya SFA pun menceritakan apa yang dilakukan oleh SYN pada putri itu," terang Kusumo.

Mendengar cerita putrinya, orang tua SFA tak terima dan langsung melaporkannya pada polisi. Awalnya, SYN tak mengakui perbuatannya dan menolak untuk diamankan.

"Semula ada sedikit hambatan saat akan diungkap, namun kami tak bergeming untuk terus memproses sesuai hukum yang berlaku," ujar Kusumo.

Bahkan saat diperiksa, SYN pun menolak tuduhan telah mencabuli dua siswinya. Namun keterangan para saksi korban dan barang bukti yang didapat, akhirnya SYN pun dijebloskan kepenjara dan terancam di pecat sebagai PNS.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal pemberatan, yakni pasal 82 ayat (1),(2),(4) UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu No. 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 76e UU RI No.35 Tahun 2014 tentang perubahan UU RI No. 23 Tahun 2002.

"Ancaman hukuman yang bakal diterima tersangka berupa pidana kurungan penjara paling singkat 5 (lima) tahun, dan paling lama 15 (lima belas) tahun dengan denda paling banyak Rp 5 miliar," pungkasnya. (Bra/Tyo)
Share this Article
Previous Article
Next Article
Copyright © 2019 Kricomnews - All Rights Reserved
Design by Ginastel.com