Ketika Ganjar Pranowo Menolong Pendaftar PPDB yang Telah Terlanjur Mendaftar di SMK saat Sidak

Jumat, 28 Juni 2019 : 22:59
KRICOMNEWS - Raut kegembiraan terpancar di wajah Rizki Yuliani Nur saat akun pendaftaran Penerimaan Perserta Didik Baru (PPDB) akhirnya bisa dibuka kembali setelah dirinya membatalkan pilihan mendaftar di SMK dan lebih memilih mendaftar di SMA.

Pasalnya, dengan terbukanya akun pendaftaran atas nama dirinya di sistem pendaftaran online, impiannya untuk bisa diterima di SMA Negeri 2 Solo inipun tinggal selangkah lagi.

Keberhasilan dibatalkannya akun pendaftaran lulusan SMP 13 Solo ini terjadi saat Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melihat dari dekat PPDB hari terakhir di SMA 1 Solo.

Kebetulan, saat kedatangan Ganjar Pranowo, ada satu siswa yang tengah mendaftar di SMA 1. Melihat ada salah satu siswa yang tengah mendaftar, Ganjar pun melihat proses PPDB di lokasi pendaftaran.

Tak cukup hanya di lokasi pendaftaran, Ganjar pun melanjutkan melihat dari dekat lokasi verifikasi pendaftaran di SMA tersebut. Dan lagi-lagi Ganjar pun bertemu dengan Rizki Yuliani Nur.

Seperti halnya di lokasi pendaftaran, di ruangan verifikasi pendaftaran ini pun Ganjar menanyakan tahapan-tahapan yang harus dilalui siswi yang mendaftar.

Saat tengah asik berbincang, tiba-tiba, panitia PPDB itu memberitahukan bila pendaftar siswi itu tidak bisa diproses. Pasalnya, sebelum mendaftar di SMA 1, ternyata siswi ini sebelumnya sudah mendaftar di sebuah SMK.

"Ini pendaftarannya tidak bisa diproses. Soalnya, adik sudah daftar ditempat lain. Dan bagi pendaftar itu dapat satu akun pendaftaran. Dan kalau daftar lagi, tidak bisa karena sudah dapat akun," terang panitia pendaftaran sambil memperlihatkan daftar di komputer pendaftaran, Jumat (28/6/2019).

Melihat kejadian itu, Ganjar pun menanyakan pada panitia pendaftaran kenapa pendaftaran siswi ini tidak bisa diproses. Dan panitia pendaftaran ini pun menjelaskan pada orang nomer satu di Jawa Tengah ini. Setelah mendapatkan penjelasan, Ganjar pun bertanya pada Rizki Yuliani Nur.

"Mbaknya mau pilih mana. Mau daftar di SMK atau di sini," tanya Ganjar pada siswi tersebut. "Saya pilih di sini saja (SMA)," jawab Rizki Yuliani Nur. Mendengar jawaban Rizki Yuliani Nur, Ganjar pun bertanya pada pihak panitia PPDB, apakah akun pendaftaran di SMK bisa dibatalkan.

"Mbaknya ini pilih SMA. Apakah pendaftaran di SMK bisa dibatalkan. Dan waktunya lama tidak, karena ini hari terakhir pendaftaran," tanya Ganjar pada petugas PPDB yang dijawab bisa asalkan siswi tersebut datang dan ke lokasi SMK.

Namun Dewi Fortuna tampaknya masih menaungi Rizki Yuliani Nur. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah ini pun berinisiatif mengontak langsung panitia PPDB di SMK dimana Rizki Yuliani Nur mendaftar.

Dan tak lama kemudian, tepuk tangan pun langsung menggema setelah akhirnya akun pendaftaran Rizki Yuliani Nur di SMK bisa dibatalkan. Dan keinginan Rizki Yuliani Nur untuk mendaftarkan di SMA 1 inipun bisa dilakukan.

"Lihat bukan, hanya perlu waktu tiga menit saja untuk menyelesaikannya. Tidak perlu wira-wiri dari satu tempat ketempat lainnya. Itulah enaknya sistem online," papar Ganjar pada wartawan.

Menurut Ganjar, pihaknya telah merevisi besaran kuota jalur prestasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK tahun 2019. Berdasarkan revisi ini sekolah bisa menerima siswa jalur prestasi maksimal 15 persen dari total daya tampung peserta didik.

Diakui oleh Ganjar, revisi ini dilakukan, setelah pihaknya menerima banyaknya komplain yang diajukan oleh orang tua siswa.

"Saya itu banyak sekali menerima komplain dari para orang tua. Akhirnya saya bicara sama pak Menteri. Saya bilang 'Pak Menteri ini bisa direvisi tidak' dan pak Menteri pun bilang bisa," ujar Ganjar.

Menurut Ganjar, di Jawa Tengah, banyak sekali sekolah-sekolah yang mengalami kendala di PPDB terkait sistem zonasi di PPDB. Bahkan, banyak daerah, yang sekolahannya sampai kekurangan murid. Seperti di kabupaten Wonogiri, Kendal, Pinggiran, Patean.

"Pendaftarannya cuma 6 siswa atau berapa itu," terangnya. Tujuan zonasi PPDB, ungkap Ganjar, sebenarnya bertujuan baik. Karena sistem ini bisa memacu dan menyamakan kualitas sekolah.

"Sekolah-sekolah jadi kualitasnya bagus tidak jomplang. Sistem Zonasi ini bagus karena ada pemerataan kualitas melalui skema zonasi," katanya.

Sebelum aturan Permendikbud dirubah, dan aturan di Jawa Tengah pun ikut berubah dan tercantum dalam Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Nomor: 421/10543 tentang perubahan surat keputusan sebelumnya nomor 421/10163.

Menjadi Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraruran Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI Nomor 51 Tahun 2018, kuota penerimaan di Jawa Tengah berubah.

Dimana kuota penerimaan PPDB 2019 yaitu 5 persen perpindahan tugas orangtua. 5 persen prestasi luar zona, 90 persen zonasi yang dibagi 20 persen prestasi dalam zonasi dan 70 persen murni zonasi.

5 persen perpindahan tugas orang tua, 15 persen prestasi di luar zona, 80 persen zonasi yang dibagi menjadi 20 persen prestasi dalam zona dan 60 persen murni zonasi. (Bra/Tyo)
Share this Article
Previous Article
Next Article
Copyright © 2019 Kricomnews - All Rights Reserved
Design by Ginastel.com