Hari Keempat Pencarian Eks Striker Persis di Pantai Baru, Korban Belum Berhasil Ditemukan

Minggu, 23 Juni 2019 : 21:09
KRICOMNEWS - Operasi pencarian terhadap keberadaan Ferry Anto Eko Saputro (39) eks striker Persis terus dilakukan.

Hingga memasuki hari ke empat Pencarian, keberadaan Feryanto yang hilang tergulung ombak saat hendak menyelamatkan putrinya di pantai Baru, Poncosari, Srandakan, Bantul, Yogyakarta, belum juga ditemukan.

Dantim Basarnas Yogyakarta Dhedi Prasetya menyatakan memasuki hari ke empat pencarian, tim gabungan memfokuskan pencarian dengan menyisir sepanjang pantai Baru. Bahkan tim SAR hubungan pun menggunakan Drone tambah Dhedi Prasetya.

"Banyak Beredar informasi di Masyarakat, bahwa jasad Feryanto sudah ditemukan itu Tidak Benar. Hingga hari ke empat, belum juga berhasil ditemukan," papar Dhedi Prasetya dalam rilis yang diterima kricomnews.com, Minggu (23/6/2019).

Hal sama juga diutarakan Humas Basarnas DIY Humas Basarnas Yogjakarta Pipit Eriyanto.

Menurut Pipit, pada Sabtu 22 Juni 2019 sekira pukul 08.20 WIB yang berhasil ditemukan tim gabungan, setelah berhasil diidentifikasi, diketahui bernama Fajrina Dwi Saputri (7thn) yang merupakan anak dari Feryanto.

"Jadi Kami Harap masyarakat tidak memberikan penyataan yang belum tentu kebenarannya dan menjadi Hoax," terangnya. Basarnas, ungkap Pipit, meminta agar masyarakat untuk selalu menghubungi pihaknya agar mendapatkan informasi sebenarnya tentang keberadaan Feryanto.

"Tolong di konfirmasi kepada pihak-pihak terkait seperti Kepolisian dan Basarnas Yogyakarta. Basarnas dan Tim SAR Gabungan masih akan terus melakukan pencarian Sampai 7 Hari sesuai SOP Basarnas yang sudah diatur dalam UU NO 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan (SAR)," ungkapnya.

Bila dalam waktu 7 hari, keberadaan korban belum juga ditemukan, maka Basarnas akan kordinasi dengan semua pihak termasuk dengan keluarga korban untuk menutup Operasi SAR.

"Apabila keluarga Korban meminta Menambah Hari pencarian maka Basarnas akan menambah 3 Hari pencarian, dan apabila setelah 10 hari pencarian korban tidak ditemukan maka Basarnas akan kordinasi dengan semua pihak kembali untuk menutup Operasi SAR," terangnya.

"Tapi dalam operasi SAR yang di Laksanakan Basarnas sesuai UU pencarian dan pertolongan, operasi SAR yang sudah di tutup bisa di buka kembali. Apabila ada permintaan keluarga korban atau pemerintah daerah dengan pertimbangan Masih ada tanda-tanda korban ditemukan," pungkasnya. (Dab/Aan)
Share this Article
Previous Article
Next Article
Copyright © 2019 Kricomnews - All Rights Reserved
Design by Ginastel.com