Bupati Karanganyar Bersikukuh Tutup Warung Daging Anjing, Pemilik Tolak Uang Pengganti Rp 5 juta

Kamis, 20 Juni 2019 : 20:26
KRICOMNEWS  -  Tekad Bupati Karanganyar Juliyatmono menutup seluruh warung sate menggunakan daging anjing tampaknya tak berjalan mulus.

Meski ada yang sebagian pedagang menerima dana yang diberikan pihak Pemkab Karanganyar untuk alih profesi berjualan lainnya selain berjualan daging anjing, sebesar Rp 5 juta.

Namun banyak juga pedagang makanan yang menggunakan daging anjing menolak dana alih berjualan dari Pemkab Karanganyar.

Ini terlihat saat para pedagang berbahan daging anjing yang mayoritas pedagang sate mendatangi Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Kedatangan mereka untuk mempertanyakan sikap Bupati yang disampaikan melalui media sosial menutup seluruh warung jualan berbahan daging anjing di wilayahnya.

Kedatangan 37 pedagang sate atau dikenal dengan istilah sate jamu rica-rica ini diterima langsung oleh Bupati di ruang pertemuan anthorium.

Bupati didampingi Kepala Dinas Kesehatan menjelaskan apa alasan dirinya menutup warung sate jamu rica-rica berbahan daging anjing.

Menurut Bupati, sikapnya itu untuk mengantisipasi adanya ancaman  kasus rabies akibat konsumsi daging anjing.

Namun rupanya, penjelasan Bupati tak bisa diterima para pedagang sate jamu rica-rica.

Salah satu penjual di Warung Sate anjing di kawasan Palur, Jaten, Karanganyar, Suwanto mengatakan warung sate anjing yang ditekuninya itu merupakan sumber penghidupan untuk keluarganya. Suwanto pun menilai  keputusan bupati tersebut dianggap tidak memiliki dasar hukum.

Karena itulah Suwanto mengaku keberatan atas kebijakan pemerintah Karanganyar. Pasalnya dia tidak merasa merugikan siapapun. Karena prinsip dirinya berjualan untuk masyarakat yang mau membeli sate jualannya yang berbahan daging anjing. Dan bagi yang tidak mau juga tidak ada masalah.

"Saya berjualan terang-terangan. Tiap hari saya juga membayar retribusi besarnya Rp 1000 sama seperti pedagang kaki lima lainnya," papar Suwanto usai bertemu Bupati, kamis (20/6/2019).

Menurut Suwanto, kalau yang dipersoalkan tidak memiliki ijin, hampir seluruh PKL tidak memiliki ijin

"Kalau ijin yang dipersoalkan, penjual bebek pun tidak ada ijinnya. Kecuali rumah makan besar saja yang memiliki ijin. Hampir semua PKL tidak memiliki ijin,"terang Suwanto yang mengaku dalam sehari dirinya menghabiskan 6 - 7 ekor anjing.

Sehingga apapun yang terjadi, dirinya bersama pedagang warung sate jamu rica-rica daging anjing akan menolak. Suwanto berdalih apa yang dilakukannya ini merupakan bagian dari ekonomi kerakyatan.

"Sebelum ada aturan resmi dari pihak eksekutif maupun legislatif (Perda) kita tetap berjualan,"paparnya.

"Kalau kita dikasih waktu selama berjualan selama 6 bulan untuk ganti jualan, yang untuk membayar hutang kami di bank siapa. Kami juga punya hutang di bank yang harus dibayar,"imbuh Suwanto yang mengaku akan mengadukan sikap Bupati ini pada anggota DPRD.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan pihaknya tetap akan menutup warung sate berbahan daging anjing diwilayahnya. Meskipun para pedagang ini menolak.

Menurut Juli, dirinya tidak mematikan usaha yang mereka tekuni. Hanya saja, para pedagang ini diminta untuk mengganti usahanya ini dengan usaha yang lain.

Dan untuk membantu mereka, pihaknya akan memberikan dana pembinaan sebesar Rp 5 juta. Karena apa yang mereka jual,ungkap Bupati, sangat berbahaya bagi kesehatan.

"Sebagai tahap awal, mereka kita beri Rp 500 ribu. Dan Rp 4,5 juta akan kita berikan kemudian. Selama seminggu tim kami akan berkeliling untuk melakukan pengecekan. Apakah mereka sudah mengganti usahanya apa belum,"terangnya.

Untuk mencegah agar usaha ini tidak muncul lagi, pihaknya akan segera membuat Perda. Perda ini berisi perlindungan terhadap semua hewan yang perlu dilindungi.

Menyangkut sate landak yang juga dijual di Karanganyar, Juliyatmono mengatakan pihaknya tengah meminta masukan dari para tokoh agama menyangkut landak.

"Tentu, kita akan buat perda yang mengatur soal perlindungan terhadap hewan yang perlu dilindungi. Untuk landak, kami sedang meminta masukan para tokoh agama,"ujarnya. (Bra/Tyo)
Share this Article
Previous Article
Next Article
Copyright © 2019 Kricomnews - All Rights Reserved
Design by Ginastel.com